Dikasih Kopi: Ruang Budaya, Konservasi, dan Slow Living
Lokasi: Desa Serang, Panggungrejo, Kab. Blitar, Jawa Timur (200 meter dari Pantai Serang)
Tentang Kami & Profil Pendiri
Berada hanya beberapa langkah dari deburan ombak Pantai Serang, Dikasih Kopi hadir lebih dari sekadar tempat untuk menyesap kopi. Kami adalah sebuah ruang budaya, pusat ekologi, dan titik temu bagi jiwa-jiwa yang mencari ketenangan lewat gaya hidup slow living dan self-healing.
Ruang ini digagas oleh dua individu dengan latar belakang profesional yang kuat di industri kreatif dan media, yang memutuskan untuk mendedikasikan hidup kembali ke alam:
• Endik Koeswoyo: Seorang penulis buku, novel, dan skenario yang masih terus aktif berkarya hingga saat ini.
• Dita Faisal: Mantan jurnalis dan penyiar berita di tvOne dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia jurnalistik dan pertelevisian.
Kerinduan akan kehidupan yang selaras dengan alam membawa mereka meninggalkan hiruk-pikuk ibu kota dan pulang kampung ke Pantai Serang pada tahun 2021. Dikasih Kopi kini menjadi rumah bagi siapa saja yang ingin menjernihkan pikiran, memulihkan jiwa, dan terhubung kembali dengan bumi.
Visi, Filosofi, & Gerakan Penghijauan
Kami mengusung filosofi "People, Planet, Peace". Jauh sebelum memutuskan untuk menetap kembali di desa, dedikasi terhadap kelestarian alam telah mengakar kuat. Sejak tahun 2016, Endik dan Dita telah menginisiasi program untuk mengembalikan hutan gundul dengan menanam pohon di beberapa titik lahan Perhutani di sekitar Pantai Serang menggunakan dana pribadi.
Langkah awal tersebut kini berkembang menjadi gerakan kolektif yang lebih masif. Melalui Dikasih Kopi dan proyek ekologi di sekitarnya, kami percaya bahwa merawat bumi adalah cara terbaik untuk merawat diri sendiri.
Program & Inisiatif Ekologi
Dikasih Kopi membuka pintu bagi para "Penjaga Alam" (Nature Guardians) dari seluruh dunia untuk tinggal, belajar, dan berdampak bersama melalui berbagai inisiatif keberlanjutan:
• Reboisasi & Konservasi Pesisir: Melanjutkan misi penghijauan hutan gundul, pemeliharaan area konservasi penyu laut, penetasan telur, pelepasan tukik, serta pembibitan dan penanaman hutan mangrove.
• Eco-Living & Daur Ulang: Pemisahan limbah organik dan anorganik, serta pengolahan limbah kayu laut (sea wood waste) menjadi karya seni fungsional seperti papan nama tanaman edukatif.
• Pertanian Berkelanjutan: Penanaman kembali pohon-pohon endemik dan budidaya tanaman Indigofera tinctoria sebagai bahan pewarna alami untuk pelestarian tradisi membatik.
Pengalaman Budaya & Petualangan Alam
Tinggal bersama kami berarti melebur dengan denyut nadi kehidupan lokal. Para relawan tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, tetapi juga merayakan hidup lewat berbagai pengalaman autentik:
• Seni & Tradisi: Kelas membatik dengan pewarna alami, menikmati pertunjukan magis Kuda Lumping, serta membaur bersama warga dalam tradisi kondangan pengantin dan upacara adat.
• Eksplorasi Alam & Agrowisata: Berendam di bathtub alami Pantai Pasir Putih, berenang di aliran sungai Pantai Serit, bersantai di Pantai Pudak yang tersembunyi, hingga wisata edukasi ke Kampung Coklat, pertanian garam di Pantai Peh Pulo, dan pengalaman memetik melon langsung dari kebun.
Jejak Global & Penghargaan
Komitmen pada keramahan dan kelestarian telah membawa pesona Desa Serang ke peta dunia. Dikasih Kopi secara konsisten diakui secara internasional:
• Top Host Worldpackers: Mempertahankan rekor ulasan sempurna 5.0 tanpa ulasan negatif dari para pelancong global.
• Destinasi Pertukaran Budaya: Memfasilitasi puluhan kunjungan relawan internasional setiap tahunnya, membangun komunitas tanpa batas negara yang peduli pada pelestarian alam dan budaya Nusantara.

.gif)
Posting Komentar untuk "Dikasih Kopi: Ruang Budaya, Konservasi, dan Slow Living"